Kamis, 09 Juni 2011

TA KU SIA PENJUALAN KREDIT ENERGI LISTRIK

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Suatu perusahaan agar dapat berkembang dan bertahan terus diperlukan pengelolaan usaha yang baik dan harus berusaha mengembangkan aktivitasnya. Pengelolaan yang baik dalam hal ini meliputi bidang keuangan, sumber daya manusia, produksi dan pemasaran. Pada umumnya, suatu perusahaan didirikan dengan tujuan memperoleh keuntungan yang maksimal maka penjualan merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Setiap perusahaan dalam menjual suatu produk yang telah dihasilkan berusaha untuk menguasai pasar yang seluas-luasnya, agar mampu mencapai pasar yang potensial. Semakin luas pasar yang dikuasai maka semakin baik bagi perusahaan, karena semakin luas pemasaran akan bertambah keuntungan bagi perusahaan. Hal ini juga harus diimbangi dengan manajemen yang baik pula. Dari berbagai perusahaan yang ada beberapa diantaranya merupakan perusahaan milik Negara dan perusahaan swasta. Perusahaan milik Negara merupakan perusahaan yang memiliki wilayah pemasaran yang luas, salah satu perusahaan milik Negara adalah PT. PLN (Persero) yang bergerak dibidang penjualan dan pelayanan energi listrik. Dengan wilayah yang luas maka dibutuhkan sistem penjualan yang baik.

Sistem penjualan digunakan untuk menangani transaksi penjualan barang atau jasa, baik secara kredit maupun tunai. Dalam transaksi penjualan kredit, jika order dari langganan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada langganannya. Dalam transaksi penjualan tunai, barang atau jasa yang diserahkan oleh bagian pengiriman kepada pembeli jika bagian kasa telah menerima uang dari pembeli (Drs. Ashari, 2003:3). Untuk mendukung sistem akuntansi penjualan dari penjualan kredit maupun tunai dibutuhkan informasi, baik yang berasal dari internal maupun eksternal perusahaan. Informasi yang disediakan oleh sistem akuntansi penjualan berkaitan dengan informasi kas, informasi pembelian, informasi penjualan, dan informasi lainnya. Informasi yang dihasilkan oleh suatu sistem akuntansi dalam sebuah perusahaan digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dilakukan pihak manajemen perusahaan untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.

Informasi juga meningkatkan hubungan perusahaan dengan lingkungannya yaitu pelanggan, pesaing, partner, pemasok, karyawan, lembaga keuangan, pemegang saham, masyarakat global dan pemerintah. Maka diperlukan sistem informasi yang dapat diandalkan, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa sistem informasi memiliki resiko, seperti kesalahan yang tidak disengaja dan penyalahgunaan oleh orang yang tidak berwenang. Dengan adanya resiko-resiko yang ditimbulkan dari sistem informasi tersebut, maka dilaksanakan evaluasi pengendalian sistem informasi.

Sistem Akuntansi penjualan yang memadai dapat menjadi alat bantu bagi manajemen dalam menyediakan informasi yang tepat, cepat dan dipercaya khususnya dalam melakukan kegiatan penjualan, sehingga kesalahan yang terjadi dapat dihindari dan ditekan sekecil mungkin. Perusahaan akan terjamin kelangsungan hidupnya apabila aktivitas penjualan dikelola dengan sistem yang baik. Sistem akuntansi penjualan bertujuan untuk memproses dan mengelola data transaksi secara efektif dan efesien.

Ada 2 macam penjualan pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes, penjualan tunai dan penjualan kredit. Penjualan tunai adalah penjualan yang dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli untuk melakukan pembayaran harga barang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan perusahaan kepada pembeli, setelah uang diterima perusahaan barang kemudian diserahkan pembeli dan transaksi penjualan tunai dicatat perusahaan (Mulyadi, 2001:3). Sedangkan penjualan kredit adalah penjualan yang dilaksanakan perusahaan dengan cara mengirimkan harga sesuai order yang diterima dari pembeli dan untuk jangka waktu tertentu perusahaan mempunyai tagihan kepada pembeli tersebut (Mulyadi, 2001:3).

PT. PLN (Persero) UPJ Brebes merupakan salah satu unit yang melayani pendistribusian tenaga listrik kepada pemakai di wilayah Brebes. Adapun proses bisnisnya meliputi penjualan tenaga listrik baik secara tunai maupun kredit. PT. PLN (Persero) UPJ Brebes sekarang ini mulai melayani penjualan secara tunai dan mensosialisasikan kepada masyarakat karena memeliki keuntungan bebas biaya tunggakan dan masyarakat bisa mengontrol pemakaian energi listriknya. Dan penjualan kredit pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes umumnya sama dengan penjualan kredit pada perusahaan lainnya dengan cara PT. PLN (Persero) melayani kebutuhan listrik kepada masyarakat dan kemudian PT. PLN (Persero) mempunyai tagihan atas pelayanan energi listrik pada masyarakat. Dengan berbagai kebutuhan yang berbeda-beda mulai dari pemakaian untuk rumah tangga, sosial, industri, bisnis, dan multiguna. Tentunya dalam melayani pelanggan tersebut harus di dukung oleh sarana dan prasarana yang up to date dan juga harus didukung oleh kinerja organisasi satu perusahaan dengan sistem administrasi yang baik dan teratur.

PT. PLN (Persero) UPJ Brebes mengutamakan keandalan produksi tenaga listrik dan kualitas pelayanan dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan guna memenuhi hal tersebut PT. PLN (Persero) UPJ Brebes berpedoman pada kebijakan mutu yang telah digariskan serta telah diakui dan sudah memiliki sertifikat ISO (International standart organization) 9001-2008 dalam bidang pelayanan. Adapun kebijakan mutu tersebut merupakan suatu komitmen manajemen dan karyawan PT. PLN (persero) UPJ Brebes. Dalam melayani pelanggan PT. PLN (Persero) menggunakan sistem penjualan yang baik agar dalam pelayanan terhadap pelanggan dapat mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Sistem akuntansi penjualan kredit pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes menurut ISO (International standart organization) 9001-2008 meliputi formulir umum, formulir jaringan, formulir pelayanan pelanggan dan prosedur penyambungan baru, prosedur pencatatan kWh, prosedur pembuatan rekening listrik, prosedur pencatatan piutang, prosedur penagihan, dan prosedur pemutusan listrik. Sistem akuntansi penjualan pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes memang sudah baik, namun masih ada kelemahan yang harus di perhatikan adalah keakuratan pencatatan kWh sebagai dasar penagihan dan ketepatan waktu penagihan. Hal ini dikarenakan dana yang berasal dari pembayaran tagihan listrik dari pelanggan setiap bulannya merupakan pendapatan yang mempunyai pengaruh pada arus kas bagi perusahaan dan sangat vital. Presentase tunggakan listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes pada tahun 2009 sebesar , pada tahun 2010 sebesar 10%

Untuk itu diperlukan pengawasan terhadap bagian pembacaan meter agar teliti dan akurat dalam pengelolaan hasil penjualan serta proses pembuatan laporannya serta ditunjang oleh sarana dan fasilitas sumber daya yang memadai. Selain itu koordinasi antara fungsi penagihan, fungsi pelayanan pelanggan, fungsi pengolahan data dan petugas dilapangan kurang maksimal. Hal ini terbukti dengan munculnya beberapa kasus dilapangan antara lain:

1. Lambatnya pelayanan pelaggan terhadap pelanggan pasang baru.

2. Terlambatnya pemutusan sementara maupun pemutusan rampung.

3. Banyak pelanggan yang menunggak lebih dari 3 lembar rekening listrik belum dilakukan pemutusan.

Berdasarkan latar belakang tersebut Penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang sistem informasi akuntansi khususnya sistem akuntansi penjualan kredit yang ada disana, maka Penulis mengambil judul : ”SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN KREDIT ENERGI LISTRIK PADA PT. PLN (Persero) UNIT PELAYANAN DAN JARINGAN BREBES”.

1.2 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah yang akan di bahas, maka secara obyektif penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

a. Untuk mengetahui sistem informasi akuntansi penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes.

b. Untuk mengetahui prosedur penjualan energi listrik pada PT. PLN (persero) UPJ Brebes.

c. Untuk mengetahui dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes.

d. Untuk mengetahui unit organisasi yang terkait dengan sistem informasi akuntansi penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes.

e. Untuk mengetahui unsur-unsur pengendalian intern sistem informasi akuntansi pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes.

1.3 Manfaat Penelitian

A. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperluas pengetahuan khususnya mengenai sistem akuntansi penjualan.

B. Manfaat Praktis

1. Bagi Peneliti

Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai masalah yang terjadi dalam suatu perusahaan yang berhubungan dengan sistem akuntansi penjualan.

2. Bagi Perusahaan

Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai masalah yang terjadi dalam suatu perusahaan yang berhubungan dengan sistem akuntansi penjualan.

3. Bagi Ilmu Pengetahuan

Dapat digunakan sebagai kajian ilmiah bagi mahasiswa dan sebagai bahan perbandingan bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian khususnya mengenai sistem akuntansi penjualan.

1.4 Perumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas, permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana sistem informasi akuntansi penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes?

2. Bagaimana prosedur penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes?

3. Bagaimana dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes?

4. Bagaimana unit organisasi yang terkait dengan sistem informasi akuntansi penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes?

5. Bagaimana unsur-unsur pengendalian intern sistem informasi akuntansi penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes?

1.5 Batasan Masalah

Pembatasan masalah bertujuan agar lebih fokus pada pokok pembahasan, maupun suatu analisa yang berbobot dan baik, serta tidak menyimpang dari tujuan awal penulisan. Adapun batasan-batasan yang dimaksud adalah :

1. Objek penelitian hanya dilakukan pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes.

2. Pembatasan masalah dalam penulisan tugas akhir ini menitik beratkan pada sistem informasi akuntansi penjualan energi listrik pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes.

3. Pembatasan dalam penulisan tugas akhir ini hanya mengenai sistem akuntansi penjualan kredit pada PT. PLN (Persero) UPJ Brebes.

1.6 Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan dalam penelitian ini sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisikan latar belakang masalah, tujuan dan manfaat, perumusan masalah, batasan masalah, serta sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Bab ini berisikan uraian teori yang berkaitan dengan penelitian. Teori yang melandasi dalam landasan teori adalah pengertian sistem, sistem akuntansi, sistem penjualan, dan sistem informasi akuntansi penjualan.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini berisikan tentang waktu dan tempat penelitian (jika ada), alat dan bahan (jika ada), teknik pengumpulan data, metodologi pengembangan sistem yang digunakan dan sebagainya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisikan tentang tinjauan umum perusahaan yang berisi sejarah singkat perusahaan, struktur organisasi dan Job Description (tugas dan wewenang) dan kondisi perusahaan saat ini dijelaskan secara terperinci mengenai perusahaan tempat penelitian dilakasanakan dan memberikan gambaran dari analisa data penelitian yang ada pada perusahaan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisikan tentang garis besar kesimpulan yang diambil dari inti penelitian dan hasil penelitian berupa informasi kualitatif.

Saran berisi garis besar saran-saran yang merupakan tindakan yang perlu diambil untuk ditindak lanjuti yang lebih baik dari hasil pemecahan masalah.

1 komentar:

  1. Harrah's Hotel & Casino - MapYRO
    777 Harrahs 당진 출장샵 Blvd Las Vegas, NV 89109. The 울산광역 출장샵 Strip. Directions · (702) 770-3900. Casino. Call Now · 시흥 출장마사지 Full menu · 구리 출장샵 More 목포 출장안마 Info. Hours, Accepts Credit Cards, Accepts

    BalasHapus